
Tanggapan atas Pemberitaan Terkait KPPN Jakarta V pada Koran Tempo Edisi Hari Selasa, Tanggal 27 Desember 2011
silahkan download –> s_11900_pb_2011
dan mella pun jadi pahlawan sementara salah satu pegawai KPPN Jakarta V jadi korban bully – lho kok bully iya peloncoan, dengan seenaknya saja tempo menyebutkan institusi yang dianggap menerima dan tidak menyebutkan institusi yang benar-benar memberi
saya bekerja di KPPN dan termasuk pegawai KPPN percontohan tahap pertama sejak 2007 diluncurkan di Indonesia, sepanjang saya bekerja di KPPN tidak pernah ada yang namanya memperlambat pencairan dana, SPM diterima dari satuan kerja melalui Front Office (semacam teller jika di bank) dan by system langsung keluar teraan bahwa SPM-LS harus sudah diproses menjadi SP2D selama 1 jam.
jadi kira-kira itu si mella yang sekarang sepertinya jadi pahlawan itu memang bodoh atau dia sebenarnya ditipu oleh rekan kerjanya yang mengatasnamakan KPPN Jakarta V, jadi si mella mungkin justru menyuap kurir di kantornya sendiri atau malah pengetik SPM di kantornya…
dari dulu sering KPPN dikambinghitamkan oleh Satuan Kerja yang katanya uang pelicin, tetapi di berbagai kegiatan kenyataannya justru uang pelicin tersebut dipakai oleh Bendahara/Pejabat Penandatangan SPM/Pejabat Pembuat Komitmen/Kuasa Pengguna Anggaran dari Satuan kerja itu sendiri, dan ini sudah sering dibuktikan dari berbagai kejadian Satuan Kerja sebenarnya diperalat untuk menyuap intern Satuan Kerja sendiri tetapi menjual nama KPPN
jadi Satuan Kerja silahkan cek sendiri siapa maling sebenarnya

